TREND SULAWESI — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli melaksanakan kegiatan ibadah daring bagi warga binaan yang beragama Nasrani/Kristen melalui aplikasi Zoom pada Selasa (25/02) pukul 10.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ibadah yang mengusung tema “Sungai Kehidupan Ministry” ini diikuti oleh 16 orang narapidana, 5 orang pegawai, serta 1 orang peserta magang.
Pelaksanaan ibadah ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya dalam meningkatkan keimanan dan spiritualitas, serta mendukung proses pembentukan karakter yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kerohanian merupakan salah satu program penting dalam sistem pemasyarakatan.
“Kami berkomitmen memberikan pembinaan keagamaan kepada seluruh warga binaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Melalui kegiatan ibadah daring ini, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan kualitas spiritual, memperbaiki diri, serta memiliki bekal moral yang kuat saat kembali ke masyarakat,” ujar Mansur.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Feldianto, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan rutin dilaksanakan sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku warga binaan menjadi lebih positif. Kami akan terus memfasilitasi kegiatan keagamaan secara optimal dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan ketertiban di dalam lapas,” jelas Feldianto.

