TREND SULAWESI – Himpunan Mahasiswa Islam menginisiasi kegiatan pemutaran film Pesta Babi sebagai bagian dari upaya membangun ruang diskusi yang kritis, terbuka, dan edukatif di kalangan mahasiswa serta masyarakat umum. Kegiatan tersebut menjadi wadah refleksi bersama terhadap berbagai isu sosial, budaya, dan realitas kehidupan yang diangkat dalam film.
Ketua HMI Cabang Tolitoli, Yogi Sentanu menyampaikan bahwa pemutaran film ini bukan sekadar agenda hiburan, melainkan momentum untuk memperkuat tradisi intelektual dan budaya berdiskusi di lingkungan mahasiswa.
“Nobar ini kami inisiasi atas banyaknya keresahan masyarakat dan mahasiswa, termasuk terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia khususnya di Kabupaten Tolitoli. Film merupakan medium yang kuat untuk menyampaikan gagasan, kritik sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang dialog agar peserta dapat melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih luas,” ujarnya.
Selain pemutaran film, agenda juga dirangkaikan dengan sesi diskusi interaktif guna membedah pesan, makna, dan relevansi isu yang diangkat dalam film terhadap kondisi sosial saat ini.
"Pesta Babi sendiri itu merupakan budaya masyarakat papua. jadi kalau kita pahami lebih dalam harusnya tidak ada yang perlu tersinggung dengan judul seperti itu. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Himpunan Mahasiswa Islam berharap tradisi literasi, diskusi, dan gerakan intelektual mahasiswa terus tumbuh sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan pemikiran kritis di tengah masyarakat, " Jelasnya.
"kegiatan akan kami laksanakan di Hari sabtu (16/05/2026), tepatnya malam minggu, alhamdulillah kami sudah mendapatkan izin dari pihak produser untuk pemutaran filmnya serta kami sudah diberi akses untuk mendwonload film tersebut, " Tutup Yogi.





