TREND SULAWESI - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu menyampaikan klarifikasi dan bantahan tegas terkait pemberitaan di salah satu media di palu yang menulis bahwa pengepul BBM subsidi yang mengaku rutin memberikan setoran kepada Reskrim Polresta Palu.
Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, S.H., M.H Dengan sedikit suara yang agak meninggi terkesan tegas mengatakan "saat ini Satreskrim Polresta Palu tidak pernah menerima setoran, uang, maupun bentuk pemberian apapun dari pengepul BBM subsidi atau pihak manapun" kata Ismail Bobby SH MH pada media ini Jumat pukul 10.36 (23/01/3026)
Tidak berhenti sampai di situ media ini konfirmasi salah satu oknum anggota dari unit Tipiter Polresta palu,
Pernyataan itu tidak benar dan oknum di duga kalap ketika di tanya wartawan yang pergoki sang sopir saat dan lagi pula saya tidak pernah kenal dengan orang itu"Kata salah seorang anggota unit Tipiter Polresta palu.
Sekali lagi AKP Ismail Bobby yang sudah tiga kali menjadi kasat Reskrim di tiga polres di wilayah hukum Polda Sulteng menegaskan pernyataan dalam klarifikasi bahwa "Tuduhan tersebut tidak benar. Kami menegaskan bahwa Satreskrim Polresta Palu tidak pernah menerima setoran dalam bentuk apapun terkait aktivitas BBM bersubsidi,” tegas AKP Ismail SH MH
Dialeg kebugisan perwira tiga Balak asal Dampal Selatan itu nyatakan pihaknya siap mempertanggungjawabkan secara hukum apabila tuduhan tersebut dapat dibuktikan secara sah. Bahkan, menurutnya, jika memang ada bukti yang dimaksud, maka silakan disampaikan dan diuji melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Apabila ada bukti yang sah, saya selaku Kasat Reskrim siap bertanggung jawab atas tuduhan tersebut,” ujarnya.
AKP Ismail menambahkan, setiap penanganan perkara yang dilakukan oleh Satreskrim Polresta Palu, termasuk dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, dilaksanakan berdasarkan laporan masyarakat, fakta di lapangan, serta prosedur hukum, tanpa adanya perlakuan khusus kepada pihak manapun.
Terakhir Ismail mengingatkan bahwa semua teman teman media saya hormati hargai control society sebagai mitra namun saya terlahir di besarkan oleh orang tua sejak kecil di tanamkan nilai nilai kejujuran,dan sebagai penegak hukum terkadang kami harus menarik seutas rambut di tengah tumpukan tepung, berusaha untuk "menarik rambut tidak putus dan tepung tidak boleh terhambur "
Ada pengecer BBM yang sambung hidup, dan kami harus akui ada orang yang manfaatkan kesempatan menjadi pengepul untuk dan atas nama kelompok nelayan yang berlindung pada kekuatan peraturan presiden dan keputusan Menteri ESDM, "Tutup Ismail, SH
Reporter : Armin Djaru

