TREND SULAWESI – Bupati H, Amran Hi. Yahya secara resmi meluncurkan pengapalan perdana batu silika hasil produksi daerah di Pelabuhan yang berada di Desa Pulias Abaling, Kecamatan Ogodeide, Rabu 28 Januari 2026.
Langkah ini menandai babak baru optimalisasi sumber daya alam lokal untuk menyuplai kebutuhan industri manufaktur baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam sambutannya, Bupati H. Amran Hi. Yahya menyampaikan bahwa batu silika dari wilayah ini memiliki kadar kemurnian yang sangat tinggi, menjadikannya salah satu yang terbaik di Indonesia.
"Pengapalan perdana ini adalah bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendorong investasi dan hilirisasi sesuai arahan Kementerian Perindustrian," ujarnya.
Diketahui, Batu silika yang dikapalkan telah melalui uji laboratorium dan siap bersaing di pasar internasional untuk bahan baku panel surya dan kaca. Pihak perusahaan mencatat potensi silika di daerah Tolitoli mulai diincar pasar dunia.
Tidak hanya itu, Melalui aktivitas pertambangan yang legal dan pengapalan yang tertib, diharapkan ada kontribusi signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pembukaan lapangan kerja baru bagi warga lokal.
Bupati memastikan bahwa perusahaan yang melakukan pengapalan telah mengantongi izin operasional lengkap dari Kementerian ESDM dan mematuhi standar lingkungan yang ditetapkan.
Sementara itu, CEO Founder sekaligus pemilik PT Kurnia Purnama Mineral, Ashar Gamang, SE, menyampaikan bahwa pada pengapalan perdana ini jumlah batu silika yang dikirim mencapai 3.500 metrik ton atau sekitar 2.540 meter kubik. Meski volumenya belum besar, pengiriman tersebut telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tolitoli.
Ashar menjelaskan, batu silika asal Tolitoli memiliki kualitas tinggi dengan kandungan SiO₂ mencapai 99,62 persen sehingga layak sebagai komoditas ekspor. Oleh karena itu, pihaknya memberi merek dagang “Silika Tolitoli, Indonesia” sebagai identitas produk unggulan daerah yang siap bersaing di pasar nasional maupun internasional. Ia juga berharap kehadiran industri silika dapat menarik investor lain untuk membangun smelter di Tolitoli dan menyerap ribuan tenaga kerja.
Acara diakhiri dengan prosesi Gunting pita di depan kapal tongkang/vessel sebagai simbol dimulainya distribusi mineral tersebut secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Tolitoli, Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli, Kapolres Tolitoli, Dandim 1305/Buol Tolitoli, Danlanal Tolitoli, Sekretaris Daerah, Para kepala OPD, Wakil Ketua II DPRD Tolitoli, Kepala Pengadilan Tolitoli, Kepala Kemenag Tolitoli, para camat, para kepala desa, tokoh masyarakat dan insan pers.


