TREND SULAWESI - Dalam rangka mempererat silaturahmi dan memberikan pembinaan, Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K. selaku Pembina Bhayangkari Cabang Tolitoli melaksanakan tatap muka bersama pengurus dan anggota Bhayangkari Cabang Tolitoli, Selasa (27/01/2026).
Dalam arahannya, Kapolres menekankan peran Bhayangkari sebagai pendamping anggota Polri serta teladan di masyarakat, dengan menjaga sikap, gaya hidup sederhana, dan bijak dalam bermedia sosial guna menjaga citra Polri.
Di ketahui Bhayangkari adalah organisasi persatuan istri anggota Polri yang didirikan pada 17 Agustus 1949 di Yogyakarta, diprakarsai oleh Ny. HL. Soekanto untuk mendukung tugas Polri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Tanggal 19 Oktober 1952 ditetapkan sebagai Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari, yang bertujuan menyatukan berbagai organisasi istri polisi waktu itu.
"Melalui kongres kelima tahun 1963 menetapkan bahwa tanggal 19 Oktober 1952 merupakan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari"Jelas kasi humas polres Tolitoli
Seragam khas ibu Bhayangkari berwarna pink merupakan warna dari simbol kesenangan, kreativitas, semangat, kebahagiaan, dan kesan feminin, serta membangkitkan perasaan euforia dan keceriaan bagi anggotanya saat menjalankan tugas organisasi, mencerminkan keharmonisan keluarga Polri. Warna ini dipilih untuk memberikan kesan ceria dan berbeda dari seragam kepolisian yang cenderung maskulin.
Armen djaru

