TREND SULAWESI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli menggelar kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada peserta didik baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 di SMP Negeri 5 Tolitoli, Pada Senin (13/07/2026).
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sejak dini. Melalui sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Tolitoli, langkah-langkah mitigasi, serta tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Selain penyampaian materi, BPBD Kabupaten Tolitoli juga menggelar simulasi evakuasi bencana yang melibatkan seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Simulasi ini dirancang agar warga sekolah memahami prosedur penyelamatan diri dan mampu merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Kepala BPBD Kabupaten Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna, S.Pt, mengatakan bahwa kegiatan SPAB merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.
"Sekolah merupakan salah satu tempat yang harus memiliki kesiapsiagaan terhadap potensi bencana. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pengetahuan dan keterampilan kepada para siswa agar mereka mampu melindungi diri sendiri serta membantu orang lain apabila terjadi keadaan darurat. Edukasi sejak dini merupakan investasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana,"ujarnya.
Ia berharap program Sosialisasi dan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana dapat terus dilaksanakan di berbagai sekolah di Kabupaten Tolitoli sehingga seluruh warga sekolah memiliki pemahaman yang baik mengenai mitigasi bencana.
Pihak SMP Negeri 5 Tolitoli menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi BPBD Kabupaten Tolitoli yang telah memberikan pembekalan kepada peserta didik baru. Diharapkan, melalui kegiatan ini para siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Para siswa mengikuti setiap sesi sosialisasi maupun simulasi dengan semangat, sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin, tanggap, dan peduli terhadap keselamatan diri serta lingkungan sekitar.





