TREND SULAWESI – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Desa Dadakitan, Desa Buntuna, dan Desa Lelean Nono, Kapolsek Baolan IPTU Samir Muhammad, S.H., M.H., mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya pesta demokrasi yang aman, damai, dan kondusif.
Dalam himbauannya, IPTU Samir Muhammad menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun demikian, masyarakat diminta untuk tetap menjaga persatuan dan menghindari segala bentuk konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di tengah masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menjaga suasana damai, dan tidak mudah terprovokasi meskipun memiliki pilihan yang berbeda dalam Pilkades,” ujar Kapolsek Baolan.
Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan agar warga maupun simpatisan tidak melakukan praktik politik yang melanggar aturan yang berlaku. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi secara sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
Tak hanya itu, penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun konten provokatif di media sosial juga menjadi perhatian khusus. Menurutnya, informasi yang tidak benar dapat memicu perpecahan dan mengganggu jalannya Pilkades.
“Bijaklah dalam menggunakan media sosial. Jangan menyebarkan informasi yang belum tentu benar, apalagi yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat,” tegasnya.
Kapolsek Baolan juga menekankan pentingnya netralitas seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkades. Aparat desa, panitia pemilihan, serta personel TNI dan Polri diminta untuk tidak terlibat dalam politik praktis dan tetap menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku.
Apabila ditemukan dugaan pelanggaran, perselisihan, maupun kecurangan selama proses Pilkades berlangsung, masyarakat diminta untuk menempuh jalur hukum atau mekanisme penyelesaian yang telah disediakan oleh panitia dan pemerintah.
Dengan sinergi seluruh elemen masyarakat, diharapkan Pilkades Serentak di Desa Dadakitan, Desa Buntuna, dan Desa Lelean Nono dapat berlangsung dengan aman, tertib, serta melahirkan pemimpin desa yang benar-benar dipilih secara demokratis oleh masyarakat.





