TREND SULAWESI - Satuan reserse Narkoba Polres Tolitoli ikutkan personil laksanakan pendidikan kejuruan di polda sulteng sejak 9 April sampai 8 mei 2026 dari polres lain juga ikut sehingga satu kelompok dikjur di polresta palu dan di makopolda sulteng.
Kanit opsnal saat di konfirmasi membenarkan kegiatan tersebut dan anggota yang dijur kali ini adalah Ipda kaseni,Aiptu kampong,Aiptu arter,Aipda anton dan Bripka jaelani.
Di tambahkannya bahwa maksud dari dikjur tersebut adalah Seharusnya penyidik wajib dikbang (pendidikan dan pengembangan) dalam rangka memenuhi syarat sertifikasi sebagai penyidik.
"satuan ini sudah menjadi satuan yang di sorot secara nasional, di kritik pedas hingga asumsi negatif namun kami siap dengan tudingan yang di jawab dengan kinerja" Katanya.
Untuk di ketahui Dikjur (Pendidikan Kejuruan) Polri untuk Satuan Reserse Narkoba adalah program pendidikan yang dirancang untuk membekali anggota Polri dengan kemampuan khusus dalam penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dalam rangka Membentuk penyidik yang profesional dalam menangani kasus narkoba, mulai dari penyelidikan, penyidikan, hingga pemberkasan.
Harapan Kasat Narkoba IPTU Lexy Tumonglo SH dengan ikutnya personil satuan Reserse Narkoba polres Tolitoli kali ini semakin mampu menjawab tantangan ke depan akan tanggung jawab dalam rangka menghentikan peredaran pukul Narkoba di wilayah hukum polres Tolitoli.
"Pelaksanaan Tugas semua komponen ikut perangi peredaran tidak semata beban ini menjadi beban polisi untuk masa depan generasi saya pikir sepakat jika bersama dan bersinergi dengan semua pihak kita perangi bersama" Tutup kasat Narkoba polres Tolitoli saat di temui pada jumat pukul 12,45 wita di ruangannya di makopolres Tolitoli
Armen Djaru





