TREND SULAWESI - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tolitoli menggelar kegiatan Sekolah Kader Perubahan di Aula Gedung SKB Tolitoli, Selasa, 30 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi kewajiban bagi seluruh anggota DPRD kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI sebagai bagian dari penguatan ideologi dan konsolidasi partai.
Wakil Ketua DPC PKB Tolitoli yang juga Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Rihard Adrianto yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa sekolah kader merupakan tanggung jawab moral dan politik setiap kader PKB di daerah.
“Sekolah Kader Perubahan adalah kewajiban setiap anggota DPRD, baik kabupaten, provinsi maupun DPR RI. Ini menjadi kewajiban kami sebagai perwakilan dari PKB di Kabupaten Tolitoli,” ujar Rihard Adrianto, yang akrab disapa Kaka Didi Mandua (KDM).
Ia juga mengajak seluruh kader lama maupun baru untuk terus solid dan berjuang bersama PKB, menatap agenda politik mendatang.
“Ada sahabat-sahabat yang sejak 2014 setia bersama PKB, ada juga yang baru bergabung di 2024. Mudah-mudahan pada Pileg 2029, kita bisa bersama-sama memenangkan PKB di Kabupaten Tolitoli agar menjadi unsur pimpinan DPRD,” tambahnya.
KDM menjelaskan posisi PKB sebagai unsur pimpinan DPRD sangat penting di tengah keterbatasan fiskal daerah saat ini. Tahun 2025 anggaran daerah sekitar Rp 1,08 triliun, sementara 2026 diperkirakan turun menjadi Rp 980 miliar.
Selain itu, perjuangan politik PKB diarahkan untuk kepentingan seluruh masyarakat Kabupaten Tolitoli, khususnya di Kecamatan Baolan.
Sementara itu, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Tolitoli, Drs. Sarfan M. Said, menekankan pentingnya Sekolah Kader Perubahan sebagai upaya mencetak kader ideologis dan agen perubahan.
“Anggota DPRD adalah orang kepercayaan rakyat. Tujuan sekolah kader ini adalah menyiapkan kader yang mampu melakukan perubahan, memperjuangkan kesejahteraan rakyat, termasuk di bidang pendidikan,” kata Sarfan.
Menurutnya, terdapat dua makna penting dalam Sekolah Kader Perubahan, yakni kader dan perubahan. Kader adalah orang yang benar-benar menjatuhkan hatinya pada partai, sementara perubahan menjadi tugas ke depan untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Sarfan berharap, melalui penguatan kaderisasi, PKB Tolitoli dapat meningkatkan perolehan kursi di DPRD pada pemilu mendatang, dari sebelumnya dua kursi menjadi lima kursi.
Kegiatan Sekolah Kader Perubahan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti dengan antusias oleh puluhan peserta dari enam kelurahan dan empat desa di wilayah Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli.

