×

Iklan

Ramadhan Penuh Makna: Sentuhan Kemanusiaan di Balik Tembok Lapas, Warga Binaan Diberi Kesempatan Menjenguk Saudaranya yang Sakit Keras

| Maret 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-13T13:38:26Z

 



TREND SULAWESI – Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan ruang bagi setiap insan untuk memperkuat nilai empati, kepedulian, dan kemanusiaan. Semangat itulah yang tercermin di Lapas Kelas IIB Tolitoli ketika memberikan Izin Luar Biasa (ILB) kepada salah satu warga binaan untuk menjenguk anggota keluarganya yang tengah berjuang melawan sakit keras.


Pada Jumat (13/03/2026) sekitar pukul 14.25 WITA, petugas Lapas Kelas IIB Tolitoli melaksanakan pengawalan terhadap warga binaan atas nama Rudy bin Husen, yang diberikan kesempatan untuk menjenguk saudara kandungnya yang sedang dalam kondisi sakit keras.


Di tengah suasana Ramadhan yang sarat makna pengampunan dan kasih sayang, momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik status sebagai warga binaan, mereka tetaplah manusia yang memiliki rasa rindu, harapan, dan ikatan keluarga yang tak terputus oleh tembok pemasyarakatan.


Pelaksanaan pengawalan dilakukan secara profesional oleh petugas Lapas Kelas IIB Tolitoli dengan dukungan dua personel Brimob Tolitoli, guna memastikan seluruh proses berjalan dengan aman, tertib, serta sesuai dengan prosedur keamanan yang berlaku.


Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan bahwa pemberian izin luar biasa merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, terlebih di bulan suci Ramadhan yang identik dengan kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.


“Pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang pembinaan dan pengamanan, tetapi juga tentang kemanusiaan. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kami berupaya memberikan ruang empati bagi warga binaan yang menghadapi situasi keluarga yang sangat mendesak, tentu dengan tetap menjalankan pengawasan secara ketat,” ujar Mansur.


Salah satu petugas pengawal, I Gede Ardi Pramesta, mengungkapkan bahwa momen pengawalan tersebut memberikan makna tersendiri bagi petugas yang menjalankan tugas di lapangan, terlebih dalam suasana Ramadhan yang penuh nilai kepedulian.


“Sebagai petugas kami tetap menjalankan tugas pengamanan sesuai prosedur. Namun di sisi lain, kami juga manusia yang bisa merasakan betapa beratnya berada jauh dari keluarga, apalagi ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit. Di bulan Ramadhan ini, melihat seorang warga binaan diberi kesempatan menjenguk saudaranya menjadi pengingat bagi kami bahwa nilai kemanusiaan harus selalu hadir dalam setiap tugas yang kami jalankan,” tutur Ardi.


Sementara itu, Rudy bin Husen tak mampu menyembunyikan rasa harunya ketika mendapatkan kesempatan tersebut. Dengan penuh rasa syukur ia menyampaikan terima kasih kepada pihak Lapas yang telah memberikan izin untuk menjenguk saudaranya.


“Di bulan Ramadhan ini, kesempatan ini seperti jawaban doa bagi saya. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kalapas dan seluruh petugas yang sudah memberikan saya kesempatan untuk melihat saudara saya yang sedang sakit. Momen ini sangat berarti bagi saya dan menjadi pengingat agar saya bisa menjalani pembinaan dengan lebih baik,” ungkap Rudy dengan penuh haru.


Selama pelaksanaan pengawalan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara petugas pemasyarakatan dan aparat pengamanan dalam menjalankan tugas negara sekaligus menjaga nilai-nilai kemanusiaan.


Di bulan yang mengajarkan arti kesabaran, pengampunan, dan kasih sayang ini, kesempatan singkat untuk bertemu keluarga menjadi sebuah harapan yang sangat berarti bagi seorang warga binaan. Momen tersebut tidak hanya menjadi penguat hati, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik.


Melalui langkah ini, Lapas Kelas IIB Tolitoli menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga menghadirkan nilai empati, kepedulian, dan kemanusiaan, sebagaimana makna Ramadhan yang sesungguhnya.

×
Berita Terbaru Update