TREND SULAWESI - Kasus peredaran narkoba di Tolitoli menunjukkan situasi "darurat" dengan penangkapan rutin yang dilakukan oleh kepolisian setempat, melibatkan berbagai modus dan jaringan, termasuk jaringan internasional.
Menteri Hukum menyadari hal itu saat pulang kampung. Menteri Hukum Andi Supratman beri semangat kepada kapolres Tolitoli untuk terus berantas Narkoba di wilayah hukum polres Tolitoli.
Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K.. di awal tugasnya minta semua elemen masyarakat bersama sama perangi narkoba dan di hadapan personil polres Tolitoli tegas di sampaikan jika ada anggota yang terlibat dalam peredaran akan di tindak tegas.
"bagi anggota yang pakai narkoba tidak termasuk korban, ketika hasil tes urine menunjukkan hasil positif segera proses hukum"Tegas AKBP Raden Real Mahendra SH.
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tolitoli secara aktif dan berkelanjutan melakukan penangkapan dan menggagalkan upaya peredaran sabu di berbagai lokasi,di wilayah hukum polres Tolitoli dan yang terbaru untuk pertama kalinya seorang oknum kepala Desa di amankan karena terbukti edarkan shabu
Bahkan Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya, mengapresiasi upaya Polda Sulteng dan Polres Tolitoli dalam pemberantasan narkoba, serta siap membentuk Satgas Pencegahan Peredaran Narkoba.
Di ketahui perangkat negara untuk penanganan kasus narkoba perlu perhatian serius dari pemerintah pusat salah satu BNK kabupaten tolitoli padahal jelas dalam perintah UU 20 % APBD untuk kepentingan pemberantasan,panti rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba,berharap kedatangan Mentri hukum di Tolitoli mampu menangkap aspirasi darurat narkoba di kabupaten tercinta apalagi bersama putra dari mentri yang juga datang sebagai wakil ketua MPR -RI
ARMEN DJARU





