TREND SULAWESI - Konflik buaya dan manusia di perairan ogodeide tidak ada habisnya, perseteruan akibat dari kesalahan manusia yang masuk ke dunia buaya atau buaya yang kehilangan sumber makanan hingga masuk ke area pemukiman manusia.
Akibat perseteruan itulah pihak kepolisian beberapa kali berurusan dengan predator di muara sungai di beberapa desa yang ada di wilayah hukum polsek Ogodeide
Di kabarkan seorang warga dari kecamatan Basidondo bernama syahrudin 48 tahun mencari ikan dengan memakai panah,dia di temani dua orang lain nya yang juga tetangga bernama Asmin 27 tahun dan Arham 41 tahun sasaran memanah ikan di dusun 4 uluan desa buga ogodeide
Saat ketiganya menyelam untuk memanah ikan di perairan laut Dusun Uluan Desa Buga ketiga nya melihat seekor buaya melintas dengan sekitar ±50 meter dari posisi mereka memanah ikan, syahrudin sempat ingat kepada kedua temannya agar hindari lintasan buaya dan tidak lama kemudia buaya itu sudah tidak kelihatan lagi di permukaan air
Ketiganya kemudian menyelam lagi dan memanah ikan, dan ketika sedang memanah Arham Asmin melihat Syahruddin Berteriak "Allahu Akbar" dan buaya seret syahrudin masuk ke dalam air. Arham dan Asmin panik melihat kejadian yang begitu cepat
Pada pukul 23.30 wita pada selasa (17/3/2026) pihak polsek godeide menerima laporan saat personil lagi berjaga di pos opsrasi ketupat tinombala 2026 segera tanggapi laporan ,karena korban merupakan warga asal kecamatan Basidondo maka kapolsek ogodeide iptu laurens berkordinasi dengan pihak polsek Basidondo
Bersama warga kapolsek ogodeide lakukan pencarian terhadap syahrudin 48 tahun yang di terkam buaya akhirnya Sekitar pukul 01.10 wita rabu ( 18 /3/ 2026 ) tengah malam setelah di temukan Syaruddin 48 tahub sudah dalam keadaan meninggal dunia pada tubuh Syahruddin mengalami Luka robek pada bahagian lutut sebelah kanan,Luka berlubang pada bahagian pinggang sebelah kanan dan Luka robek pada kepala"Terang IPTU LAURENS S DOSSY Kapolsek Ogodeide
Di ketahui belum lama kasus korban buaya darat yang menyita perhatian masyarakat di wilayah itu dan kali itu korban akibat di terkam buaya air kembali terjadi di ketahui kasus yang sama seringkali terjadi pihak pemerintah daerah di minta untuk lakukan tindakan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.
Armen djaru



